Ia menambahkan, kalau pelaksana kegiatan beralasan jarang dilalui kendaraan besar, seperti roda empat. Maka perencanaannya dinilai kurang matang dan tidak efisien.
“Itu kan kegiatan desa, dalam perencanaannya pasti ada pertimbangan dari segi kemanfaatan dan skala prioritas, apalagi namanya kegiatannya jalan usaha tani, berarti jalan itu produktif bagi masyarakat, terutama untuk mobilisasi hasil pertanian,” ungkapnya.
Tapi mengapa asal dibangun saja tanpa memperhitungkan manfaat jangka panjang kalau hanya diprioritaskan untuk pejalan kaki atau motor saja.”tandasnya seraya meminta namanya tidak ditulis.(Iis)**