Kata dia, ukan hanya untuk ibu-ibu lansia namun juga untuk seluruh lansia baik
perempuan maupun laki-laki. Bantuan yang diberikan tidak hanya bahan pokok,
namun juga bisa berbentuk uang, keperluan lain sesuai yang dibutuhkan dan juga bentuk kebahagiaan lainnya. Misalnya kedepan ada ASN yang mengajak sepuh yang diasuhnya jalan-jalan. Karena seyogyanya kebahagiaan itu tidak selalu dinilai dengan materi dan yang perlu dicatat, apa yang diberikan sifatnya sukarela.
Sebelumnya, pemkot Tasikmalaya telah telah lebih dulu hadir dengan program “ngalongok ka kolot” melalui Lembaga Lanjut Usia. Namun hari ini, melalui program “Kota Tasikmalaya Nyaah Ka Sepuh” akan memperluas keterlibatan seluruh unsur baik ASN, DPRD, TNI/Polri, dan Lembaga serta kelompok lainnya.
Data Lansia sendiri bersumber dari BPS yang kemudian di padudankan oleh Dinas Sosial. Berdasarkan data jumlah Lansia di Kota Tasikmalaya saat ini sebanyak 1024 orang.
Apabila ada pihak yang ingin berpatisipasi dapat menghubungi Dinas Sosial Kota Tasikmalaya, agar program ini tepat sasaran.
Pada kesempatan launching, Wali Kota Tasikmalaya, Viman Alfarizi Ramadhan menyampaikan bahwa program ini terinspirasi dari Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi.