Sumbawa Barat Obormerahnews.com-Kebijakan mutasi besar-besaran yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) menuai sorotan tajam dari Fraksi Partai NasDem DPRD KSB. Fraksi ini menilai mutasi tersebut tidak hanya menyalahi prinsip keadilan dan kemanusiaan, tapi juga menjadi cerminan dari praktik balas dendam politik yang membahayakan semangat persatuan daerah.
Sekretaris Fraksi NasDem, Rizal Fikri, dalam keterangan persnya menyebut kebijakan mutasi itu sebagai tindakan “bar-bar”. Istilah tersebut ia gunakan karena dampak mutasi tak hanya bersifat administratif, melainkan juga memukul kondisi sosial dan psikologis Pegawai Tidak Tetap (PTT) dan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdampak.
“Kami sangat menyayangkan adanya mutasi yang tidak manusiawi ini. Sebanyak 31 anggota Satpol PP justru dimutasi ke satuan pendidikan, padahal mereka sama sekali tidak memiliki latar belakang sebagai tenaga pendidik. Belum lagi PTT di instansi lainnya yang juga merasakan dampak mutasi tidak manusiawi. Ini tidak masuk akal dan jelas mencederai logika tata kelola pemerintahan yang sehat,” ujar Rizal.
Selain penempatan yang dinilai tidak sesuai kompetensi, Rizal juga menyoroti penempatan PTT dan ASN ke wilayah terpencil yang jauh dari domisili mereka. Beberapa di antaranya bahkan terpaksa meninggalkan keluarga dan kehidupan sosialnya. “Ini bukan sekadar rotasi, tapi seperti bentuk hukuman. Kita harus jujur menyebutnya demikian,” tambahnya.